Selamat Datang di Blog Resmi Humas Pemerintah kabupaten Ponorogo, Telp: (0352) 481482 - Ext 592, Fax: (0352) 481484, email: humaspemkabponorogo@gmail.com

Pariwisata

Pemerintahan

Kependudukan

Pertanian

Senin, 24 November 2014

Konsep Revolusi Mental Melalui Bidang Pendidikan

Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada hari Selasa, 25 Nopember 2014 memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2014 (HGN) dan Hari Ulang Tahun Guru Republik Indonesia ke-69 (HUT PGRI) bertempat di Aloon-aloon Kabupaten Ponorogo dengan menerapkan konsep revolusi mental melalui bidang pendidikan. Penerapan itu mengingat peranan pendidikan sebagai kunci utama peningkatan kualitas manusia Indonesia.
Tema HGN 2014, dan HUT PGRI ke-69 adalah " Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru". Revolusi mental merupakan konsep peningkatan kualitas manusia untuk memajukan Republik Indonesia. Mengutip sambutan Bupati Ponorogo H. Amin, SH bahwa  pembangunan Indonesia khususnya di Kabupaten Ponorogo tidak mungkin maju, tanpa melakukan perombakan sumber daya manusia. Sehingga, sehebat apapun kelembagaan yang diciptakan, selama lembaga tersebut ditangan oleh manusia yang salah kaprah maka tidak mungkin maju. Untuk itulah, peningkatan kualitas manusia sangat diperlukan untuk mengubah arah tersebut. Selain itu pendidikan merupakan interaksi antar manusia, yaitu antara pendidik dan peserta didik. Menurutnya, wajah masa depan Republik Indonesia berada di kelas-kelas. "Guru (pendidik) adalah pelukis masa depan Republik ini, sehingga cara kita menghargai guru adalah cara kita menghargai masa depan," ujarnya.
Bupati  mengatakan Hari Guru Nasional akan jadi momentum awal pendidikan sebagai sebuah gerakan. Pendidikan harus dipandang sebagai sebuah gerakan. Secara konstitusional pendidikan adalah tanggungjawab negara, namun secara moral pendidikan adalah tanggungjawab setiap orang terdidik, ujarnya. Bupati menambahkan bukan berarti pemerintah kemudian lepas tangan, pemerintah justru harus terlibat dan mengajak sebanyak mungkin elemen masyarakat untuk terlibat dalam pendidikan.
Penguatan layanan profesional guru akan menjadi fokus perhatian dunia pendidikan di tahun 2015. Program ini menitikberatkan pada penilaian kinerja guru secara individu.  sepanjang milestone pembinaan guru yaitu sejak 2004 belum memberikan kinerja guru yang maksimal. Untuk itu, penguatan layanan profesional berbasis individu akan dilakukan.Sebagai informasi, milestone pembinaan guru dimulai tahun 2004 guru dinyatakan sebagai sebuah profesi. Mendongkrak kualitas masukan. Dilanjutkan, tahun 2006 mulai sertifikasi, dan 2008 mulai dibayarkan tunjangan profesi.
Tidak hanya itu, diklat tatap muka jalan terus kita akan mengembangkan diklat secara online bagi guru2 yang kita pandang perlu. Rencananya, program ini akan berlangsung bagi 3,2 juta guru yang tersebar di 207-an ribu sekolah tersebar di Indonesia dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan sederajat. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan berbagai penghargaan kepada guru berprestasi antara lain
1. Dra. Tri Budi Susilowati, M.Pd juara 2 tingkat nasional pengawas berprestasi dan berdedikasi
2. Drs. Hernu Suprapto, M.Si juara 3 tingkat nasional anugerah korstitusi
3. Sutrisno, M.Pd (SMPN 1 Balong) juara 2 karya tulis tingkat provinsi th 2014

Kamis, 20 November 2014

Grebeg Tutup Suro

Berbagai kegiatan dihelat guna menyemarakkan Grebeg Tutup Suro (GTS) setiap tahunnya tak terkecuali ditahun 2014 ini. Tradisi yang dipusatkan di Monumen Bantarangin Desa Somoroto Kecamatan Kauman ini menandai berakhirnya bulan Muharram. Seperti halnya pada hari Kamis, 20 Nopember 2014 diselenggarakan ziarah makam di astana srandil yang diikuti Bupati Ponorogo H. Amin, SH, Wakil Bupati Hj. Yuni Widyaningsih, SH serta tak ketinggalan forpimda Kabupaten Ponorogo. Masih banyak lagi kegiatan mulai ketoprak, wayang kulit, mocopat, pentas reyog, istighozah hingga puncak acara berupa kirab budaya yang akan digelar pada hari Minggu, 23 Nopember 2014 dengan mengambil rute seputaran Kecamatan Kauman. Bupati Ponorogo menyatakan kegiatan GTS ini merupakan upaya pelestarian sejarah yang diselenggarakan setiap penghujung bulan suro. Kekayaan budaya Ponorogo wajib untuk dilestarikan biar tidak punah sehingga pada perkembangannya Pemkab ponorogo memasukkan GTS dalam rangkaian grebeg suro yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo.

Ekonomi

Sosial

Pendidikan

 
Copyright © 2014 Humas Ponorogo